Collaborative Coding for Remote Teams

Kerjaan gw belakangan ini banyak support dan training developer2 newbie (faktor umur kali ya). To do this remotely agak challenging ya karena yang lo mentorin gak selalu ada di satu ruangan. Makanya gw bergantung sama beberapa tool dan proses untuk memperlancar aspek kerjaan gw yg ini.

Code Review

Di project2 open source ini namanya “Pull Request” (PR). Most of you pasti udah familiar with this.

Untuk project yg dikerjain 2 orang atau lebih, gw mewajibkan PR. Mostly for quality control. Tapi code review ini ditujukan untuk memancing diskusi juga sih. Biar bisa saling kasi masukan.

It’s a long read, tapi prakteknya gak serumit itu kok sebenernya.

Untuk code quality/review gw tau banyak tool yg bisa otomasi proses ini. Tapi sekali lagi, karena gw banyak berurusan dengan newbies, gw memilih approach manual dulu.

Collaborative Coding

Ketika salah satu anggota tim lagi stuck dan butuh quick advise with their code. Ini plugin2 untuk konek ke editor rekan tim gw secara remote supaya bisa koding together in real-time!

Live Share for Visual Studio Code (has chat & audio support)

Teletype for Atom

Bisa juga dipake untuk pair programming if that’s your thing.

Remote Desktop

Ini pasti semua tau lah ya. Ketika gw butuh kontrol penuh desktop mereka. Untuk issue2 diluar kode biasanya.

TeamViewer (has chat en audio support)


Selain yang diatas udah pasti ada Slack ya buat komunikasi harian. Simply because Slack bisa kopi-pes code snippets. Penting nih!

Udah segitu dulu sih dari gw. Gw juga tertarik denger proses kerja tim remote lain diluar sana. Pls share ya. Thx!

4 Likes

Wah, banyak juga toolsnya!

Kalau saya sih biasanya:

Buka Telegram / Twist > Mention ke dev

(baca: Tinggal nyuruh doang) :see_no_evil::speak_no_evil:

1 Like

Wkwkwk. Iya itu bisa juga.

1 Like

Wah, saya belum pernah serumit ini. Jadi inget dulu pernah collaborative coding sama @harrysaputra bikin app yang akhirnya gagal haha

Pakai apa ya waktu itu? Koding.com atau Cloud9 gitu. Tetep ga seasik pakai text editor offline.

Collaborative coding terbaik saya sih circa 2009, jaman belum kenal SVN atau Git di kantor. “Wooy…aku upload index.php ya, jangan disentuh dulu.” Lalu, “eh, kok ga berubah?” Ternyata, “wo asu…dibilang jangan ngupload. Aku duluan”

:joy::joy::joy:

2 Likes

Mengenai yang kendaliin kursor, saya penasaran dengan startup baru: https://tandem.chat

Belum saya coba karena kerjaan mengajar saya masih cukup dengan Google Hangout screen-sharing.

Pull Request saja dan comment-comment disitu sudah cukup.

Kalau mau contoh yang kompleks bisa lihat di sini : https://google.github.io/eng-practices/review/reviewer/

3 Likes

@burhanudin_hakim Wow… baru liat nih gw. Panjang ya :sweat_smile: tapi nice share gan!

@asepbagja wkwkwk. Yes, the dark ages. Tapi gw catch up cukup cepat with svn and git. Bahkan sampai bikin server repository sendiri sebelum github atau bitbucket ada. Pakai gitorius kalau gak salah namanya.

Surprisingly masih banyak lho yang gak tau version control sampai sekarang.

1 Like

Wah, keren kak @vandeput Biasanya berapa orang muridnya? Cerita dong plus/minus-nya mengajar daring menggunakan google hangout screen-sharing.

1 Like

Bukan saya yang mengajar dari jarak jauhnya, tapi rekan saya. Saya yang setup Google Hangoutnya di lokasi murid-muridnya berada. Lalu itu ya tahun kemarin.

Oooh saya kira Mas @vandeput yang mengajar :wink: Jumlah muridnya berapa mas @vandeput? Eh ini gurunya dari luar negeri kah?

Oh saya juga mengajar. Setelah yang jarak jauh selesai, saya klarifikasi yang mereka tidak paham di tempat.

Kayaknya lebih enak kalau saya coba mengajar beneran jarak jauh ya nanti saya bagi pengalaman; serta coba toel juga yang bikin topik ini, @rzky xD

Kalo untuk format kelas belom pernah coba sih mas bro. Biasanya tim gw suruh ikut kursus2 online yg udah ada diluar sana. Mis: codeschool (sebelum jadi pluralsight) atau laracast.

1 Like

Thanks infonya mas~