Halo, saya Rizqi Djamaluddin!

Selamat malam! Saya Rizqi, seorang full-stack engineer dan UX designer, juga advokat untuk teknologi inklusif dan bertanggung jawab. Tech stack saya adalah campuran Laravel/PHP/Node/TS/Vue. Saat ini saya bekerja untuk sebuah perusahaan yang berbasis di Helsinki.

Sekarang saya sudah 10 tahun lebih kerja remote seperti ini, dan rasanya selalu susah mencari komunitas dari Indonesia, jadi mungkin kali ini berhasil! Saya terbuka sekali untuk diskusi mengenai teknologi dan sains pada umumnya. Salam kenal!

3 Likes

Halo Rizqi, salam kenal. Apa nih perusahaannya kalau boleh tau?

Sip, mari berkomunitas di sini. Semoga bisa jadi tempat ngobrol yang enak.

1 Like

Rizqi Djamaluddin ini yang dulu membantu saya tertarik kembali ke dunia teknologi Indonesia, dengan grup IWTC (Indonesian Web & Tech Community) di Google+. Sempat bikin situs kecil bersama, tetapi sayanya yang kurang komitmen, maaf.

Selamat datang dan semoga betah di sini!

Salam kenal juga mas @asepbagja ! Sehari-hari saya sibuk desain UX untuk Jobilla, kita melayani dan membuat software untuk recruitment. Selain itu juga sering mentoring atau nyiapin buat topik konferensi berikutnya.

Ah ngga juga @vandeput, memang waktu itu kita pada belum bisa komit ke side project besar rasanya. Mungkin sekarang udah berubah, ada kerjaan full-time… Udah lama ya itu, 10 tahun lalu mungkin?

1 Like

Seingat saya 2012. Belum satu dekade, tapi iya sudah lama sekali :smiley:

Wow! Bagaimana rasanya mas @rizqi? Apakah merasa asosial? Atau merasa beruntung tak perlu commute setiap hari? :sunglasses: Ditunggu pengalaman plus/minus selama 10 tahun-nya.

1 Like

Iya, lho. 10 tahun itu waktu yang lama buat kerja remote. Pasti pengalamannya banyak banget.

1 Like

Rasanya jauh lebih berat ke untung ya, apalagi di Jakarta… Bisa hidup dengan standard luar negeri tapi harga Indonesia, ngga habis waktu di perjalanan dan banyak waktu luang untuk proyek sampingan dan baca buku! Sekarang saya berusaha sedikit lebih jarang di depan komputer dan lebih sering di perpustakaan rumah. Walau begitu, di Jakarta kadang juga saya commute secara sukarela naik MRT, senang lihat kota saya lebih maju dan bisa makan siang enak di kota.

Teknisnya juga jauh lebih gampang di sini daripada di luar, seperti untuk pajak (pajak saya di sini mungkin hanya 1/4 pajak kalau saya di Finlandia atau negara maju lainnya) atau, berhubung saya kerja di bidang UX, gampang dapat test subject dari kalangan masyarakat umum dibandingan di luar.

Minimal sekali setahun saya pasti ke eropa (apalagi karena belakangan jadi pembicara di konferensi) jadi rasanya ngga gitu asosial, dan tetap bisa ketemu sama teman kerja di sana. Tapi ya jadinya agak asosial dengan komunitas lokal, sayangnya…

Memang kuncinya di situ sih. Semua kontrak besar saya dalam 10 tahun itu (mungkin uptime kerja saya ~80%) dapat dari kontak dan rekan dari komunitas programming di luar negeri, mayoritas berbasis UK/skandinavia. Dari situ hanya bergantung word of mouth dan fokus ke kepuasan employer saya aja.

Dulu agak berat hati meninggalkan kuliah saya di Bandung, tapi sekarang puas sekali!

3 Likes