Rencana pensiun

Rekan-rekan ada yang sudah membuat rencana untuk pensiun dalam beberapa puluh tahun kedepan? Saya pribadi belum ada, tapi sudah kepikiran beberapa poin:

  • Tidak mungkin kerja sampai uzur kan :sweat_smile:
  • Berbeda dengan ASN atau pegawai swasta, tidak ada yang mengurusi dan merencanakan rencana pensiun untuk pekerja remote yang statusnya bukan pegawai tetap. Jadi ya harus mandiri mempersiapkannya
2 Likes

Saya juga sudah kepikiran. Pensiun dalam arti tidak mengerjakan pekerjaan klien atau ngoyo nyari customer. Tinggal menikmati hidup. Kalau otak sih mungkin akan selalu dipakai untuk berpikir dan eksplorasi hal-hal baru sampai mati. Kalau ada yang nanya, “emang kamu mau coding sampai tua?” Kalau saya sih, “kenapa ngga? Saya suka kok, selama masih mampu.” Hanya ya itu tadi bukan lagi untuk mencari klien, tapi sudah untuk kesenangan pribadi atau giving back to society.

Target pensiun saya pengennya sih di antara 40-45. Kenapa? Kalau umur panjang, ya umur segitu masih tergolong muda dan kuat, dan masih oke buat melakukan kegiatan filantropi atau eksplorasi tanpa beban.

Ada beberapa hal duniawi yang saya pelajari untuk mulai menyiapkan itu:

  • Investasi. Sekecil apa pun harus dimulai. Sekarang saya mulai (lebih tepatnya memulai lagi) untuk berinvestasi di pasar saham. Jangka panjang dan jangka pendek.
  • Belajar bikin sistem yang bisa didelegasikan ke orang lain. Pengalamanku di bisnis pertama dulu mengatakan manajemen delegasiku ga bagus.
  • Asuransi kesehatan itu penting.
  • Memahami indahnya konsep compounding. Dulu saya belajar ini di kuliah S1 akuntansi soal compounding interest rate, dan akhirnya sadar beberapa tahun belakangan ini, “hey, compounding itu bukan cuma diterapkan di dunia finansial lho. Ternyata ilmu pun bisa compounding.”

Sebuah kutipan yang terkenal. Cocok untuk bersiap-siap pensiun.

“The best time to plant a tree was 20 years ago. The second best time is now.” - Chinese proverb

2 Likes

Iya, saya sekarang umur 30, pensiun sudah kepikiran, karena minimal 10 tahun investasi untuk bisa pensiun. Satu hal yang pasti adalah gaya hidup nanti pas pensiun sebaiknya ditentukan dari sekarang, karena menentukan perlu menabung dan investasi seberapa banyak dari penghasilan sekarang.

Sudah kepikiran untuk persiapan pensiun, tapi bukan yang berdiam diri di rumah saja. Pensiun buat saya artinya menikmati hidup dan giving back to society. Kalau soal persiapannya gimana, ada yang sudah coba saya mulai dari sekarang, sih. Yang terutama di masa pensiun nanti, saya harus punya:

  • Sumur” dalam artian, ini adalah mesin penghasil uang, yang nggak perlu setiap hari dikelola seperti bekerja pada umumnya, hanya perlu diawasi secara berkala.
  • Ranch yang bisa menghasilkan bahan pangan. Kenapa? Ini bisa membantu mengurangi biaya makan harian, walaupun tidak bisa memenuhi kebutuhan 100%. Plus, ini bisa jadi salah satu pelindung jika terjadi resesi ekonomi.
  • Asuransi kesehatan. Ini penting, karena jika kamu tiba-tiba sakit tidak ada yang bisa melindungi dompet dan tabunganmu. :laughing: Biaya rumah sakit, obat-obatan, perawatan intensif itu mahal! Belum lagi kalau ternyata di masa tua nanti, kamu jadi perlu perawat di rumah. :see_no_evil:

Dan buat saya, diatas itu persiapan jangka panjang. Tapi ada juga yang harus disiapkan dan dilatih sejak sekarang, yaitu belajar hidup frugal dan super irit, dan selalu menyisihkan minimal 10% penghasilan untuk investasi. Ini berlaku buat siapa saja sebenarnya, pegawai swasta tetap atau kontrak, dan pemilik usaha. Kenapa? Lagi-lagi, tidak ada yang aman dan tidak akan berubah di dunia ini. Kali ini ada pekerjaan/klien, besok atau minggu depan bisa saja tidak ada.

Seperti yang dibilang @vandeput, gaya hidup saat ini akan menentukan masa pensiun nanti. Sekarang punya duit tapi nggak mikirin investasi? Wah, good luck with you and your family aja deh! :speak_no_evil: :see_no_evil:

1 Like

Tempo hari sempat ngobrol #random dengan teman lama. Kesimpulan dia: yang paling kaya itu adalah tuan tanah. Oh ya, teman saya ini usaha dalam dunia mode (desain). Ceritanya dia sedang berhitung, membagi-bagi keuntungan untuk pemilik, pegawai. Dan ternyata yang paling besar ongkosnya adalah sewa toko.

Jadi investasi yang paling tepat adalah dunia properti kah? Punya kontrakan/kos-an/tanah, dst.

Tapi bagaimana masa depan? Di zaman e-dagang, kerja remote, dst. Apakah properti masih tetap menjanjikan?

1 Like

Hidup rental, royalti, dan bisnis!

Bisnis properti tetap bisa lesu, tetapi lebih bisa kelihatan dari mengharapkan royalti dari karya ataupun bisnis yang belum tentu sukses.

Tidak ada investasi yang tepat, semua tergantung mau hidup dari apa nantinya.

Seperti kata @vandeput, tidak ada investasi yang tepat. Tergantung pribadi masing-masing.

Sepenerawangan saya, bisnis properti masih tetap menjanjikan sekalipun di era e-dagang, kerja remote, dan digital-digital lainnya. Hanya saja mungkin peruntukannya yang berbeda. Kalau misalnya punya dana untuk berbisnis properti, saya akan milih untuk membangun gudang dan menyewa-nyewakannya dibanding beli rumah untuk dikontrakkan. Kalau e-dagang makin ramai, pada akhirnya orang akan butuh gudang. Saya mending bikin Warehouse-as-a-Service lah. Sewa gudang seperti menyewa cloud hosting.

Sama mungkin kalau punya dana lebih lagi, beli kapal atau pesawat kecil yang irit bahan bakar dan bisa mendarat di landasan pendek. Disewa-sewakan buat logistik. Negara kepulauan gini sepertinya menjanjikan untuk investasi di bidang logistik.

1 Like

Makasi udah ngingetin untuk buat rencana pensiun :smiley:

1 Like

Diskusi bagus banget ini, pensiun memang jadi hal penting banget untuk pekerja remote terutama yang ga di kasi tunjangan pensiun dsj

Kalo aku berencana pensiun pas memang sudah ga memungkinkan lagi untuk kerja, jadi sebelum itu selama masih bisa aku bakal tetep kerja, tapi aku juga punya target untuk tidak terikat dengan pekerjaan lagi di usia 35 tahun

Untuk masa tua / masa ga bisa produktif lagi persiapan yang sudah aku lakuin:

  • Asuransi Jiwa & Kesehatan (Kalo sakit & kalo MATI) biar ga jadi beban anak istri
  • BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun), ini sebenernya karena aku punya company dan diwajibkan untuk daftarin semua karyawan jadi aku juga ngikut, lumayan pake tambahan tabungan.

Untuk target 35 tahun & bisa juga berlanjut sampe masa non produktif

  • Small Businesses sekarang aku punya beberapa usaha kecil-kecil franchise dan usaha rumahan yang dihandle sama keluarga juga jadi lumayan bisa autopilot
  • Sedang menabung untuk rencana bisnis rental property semoga tahun depan bisa terealisasi
  • Sedang membuat untuk buat Product & SAAS

Kedepannnya mungkin pingin coba long term investment di saham juga daripada uangnya di tabung

Untuk gaya hidup mungkin tiap orang punya cara main yang berbeda, kalo aku tipe yang lebih gampang & lebih semangat cari / menghasilkan lebih banyak daripada berhemat dan menabung

Tapi bukan berati boros ugal-ugalan juga, aku masih mengikuti nasihat pamanku Warren Buffet

I spend after saving instead of save after spending

2 Likes

Wah, ternyata memang rental property masih jadi idola ya. Rencana tetap di Bali?

1 Like

Setahu saya ada 2 program yang bisa kita ikuti untuk perencanaan pensiun yang “mirip” ASN atau pegawai swasta:

  1. Ikut BPJS Ketenagakerjaan sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).
  • Salah satu komponen utamanya adalah Jaminan Hari Tua (JHT).
  • Namun, setelah saya hitung-hitung, nilai JHT ditambah hasil pengembangannya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pensiun.
  • Selain itu, peserta PBPU tidak bisa mengikuti program Jaminan Pensiun yang mirip dengan skema pensiun ASN (diberikan secara bulanan).
  • Jika mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, maka selain JHT kita juga wajib mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
  1. Ikut program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) milik bank atau perusahaan asuransi seperti DPLK BRI, DPLK BNI, DPLK Manulife.

Baik BPJS Ketenagakerjaan maupun DPLK ujung-ujungnya akan mengelola (sebagian besar) dana pensiun dengan menginvestasikannya pada pasar modal (saham), surat utang (obligasi, sukuk), pasar uang, maupun turunannya (reksadana), CMIIW. DPLK akan mengenakan fee pada peserta dengan besaran persentase tertentu dari dana pensiun kita. Oleh karena itu, saya lebih memilih untuk menginvestasikan dana pensiun langsung ke saham, obligasi/sukuk, dan reksadana. Namun, saya tetap ikut BPJS Ketenagakerjaan sebagai PBPU.

Ada beberapa opsi perencanaan pensiun yang lain: properti (butuh modal yang besar) dan berbisnis sendiri (yang saya sendiri masih belum merasa mampu :smiley:).

2 Likes

Wah menarik ini info-nya, trims. Kalau boleh, apakah memungkinkan untuk dibagikan hitung-hitungan kasarnya?

1 Like

Gw share aja ya. JHT gw dari mulai kerja tahun 2008 sampai sekarang totalnya gak sampai 150jt. And I’m 35, masa kerja gw paling tinggal 5 sampai 10thn lagi at most.

Objectively speaking, besaran simpanannya tiap bulan bisa berubah tergantung jumlah gaji. Dan gaji gw udah jauh lebih besar dari tahun 2008. Dan kedepannya juga pasti bertambah. Tapi gw anaknya pesimis kalo soal beginian. Seberapa banyak sih paling berkembangnya.

Intinya sih, it’s not something u should rely on. But it’s nice to have on a rainy day.

1 Like

Bali Utara mungkin om, masih bersahabat untuk investment2 kecil :speak_no_evil:

1 Like

Iya bener, JHT & JP cuman Nice to have aja
JHT + JP cuma 7-8% dari gaji, tapi lumayan membantu terutama untuk orang yg susah nabung, harus dipaksa dikit

Kalo mau yg lebih reliable ambil asuransi yg premium, bisa 10-20x dari BPJS dapetnya

1 Like

Hitung-hitungan kasar: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1RTdI3rqDf9lYeddt5e1yaGnJLTLw_gh9U8W9ZZoOmXM/edit?usp=sharing

Mohon koreksinya kalau ada yang salah :sweat_smile:

Asumsi:

  • Ikut BPJS TK sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah, sehingga iuran JHT cuma 2% dari dasar penghasilan. Selain itu tidak ada kontribusi dari pemberi kerja (karena PBPU untuk pekerja lepas).
  • Besar dasar penghasilan/iuran tidak diubah. Saya dulu pernah bertanya ke CS BPJS TK. Katanya kita hanya bisa meminta kenaikan iuran, tetapi tidak bisa meminta penurunan iuran.
  • Besar iuran dihitung menggunakan tabel ini: https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/download/Brosur-BPU.pdf
  • Asumsi return saldo JHT per tahun selalu sama = 9%
  • Asumsi return iuran JHT per tahun selalu sama = 4%
  • Masa kepesertaan = 25 tahun

Perlu dibandingkan dengan kebutuhan hidup masa pensiun, bisa diperkirakan dengan menggunakan aplikasi berikut: https://www.sinarmasmsiglife.co.id/kalkulator-pensiun

3 Likes

Alter ego:

Waduh, kalau nabung terus kapan jalan-jalannya nih? :laughing: Wkwkwkwkwk… Kalau sudah tua, nanti kan sudah gak kuat kalau mau jalan-jalan lihat Aurora Borealis, main salju, nyobain snowboard, pake hanbook, ke Pulau Komodo, nyelam di Raja Ampat, dll.

1 Like

Di budget om, soalnya masa pensiun sama pentingnya dengan liburan n happy2

Kalo udah dibudget n masih kurang berati harus menghasilkan lebih banyak :joy:

2 Likes

Alter ego:

Nabung mulu. Kalau ternyata umurnya pendek, ga sempat main dan liburan dong. Malah keburu mati.

Realita buat pertimbangan:

Kalau ternyata umurnya dikasih panjang sama Tuhan, dan ternyata ga punya persiapan pensiun, yang ada malah nyusahin anak dan cucu atau malah orang lain.

:rofl::rofl:

2 Likes

Ngomongin soal pensiun, dulu (atau masih sampai sekarang kah?) banyak yang mendorong untuk jadi PNS dengan alasan ada pensiun. Namun praktiknya, apakah pensiun dari gaji PNS ini cukup? Apakah pensiun dengan dana investasi itu cukup?

Sebenarnya hidup itu tidak mahal, yang lebih mahal itu gaya hidup.
Sekolah pun gratis (kalau mau sekolah negeri), kalau swasta baru mahal. Kalau mau ekstrim lagi, bisa coba home schooling. Beberapa teman di lingkaran saya ada yang memilih ini.

Rumah di pinggiran lebih terjangkau, tapi ongkos transport-nya bisa membengkak. Eh tapi remote ya jadi gak perlu transport. Eh yakin, gak perlu transport? Memang gak mau keluar rumah, lihat kota dan makan enak.

Duh punten jadi ngelantur ke mana-mana.

Iya, budgetting penting. Semoga kita semua sehat selalu, enggak ngerepotin anak/keluarga di masa tua nanti. Tapi semoga kita semua bisa jalan-jalan melihat dunia yang penuh warna juga :sunglasses:

1 Like