Shower thought: Sebetulnya apa definisi kerja remote?

Agak kepikiran tentang apa sih sebenarnya kerja remote itu. Apakah pekerja lepas (freelancer) dan pengusaha juga termasuk pekerja remote? Kalau menurut saya sih begini:

Kerja remote (kerja jarak jauh) itu artinya kerja tanpa harus datang ke satu tempat yang disepakati (kantor) setiap hari atau kerja dari mana pun sesukanya terlepas dari statusnya pengusaha, pekerja lepas, atau pekerja waktu penuh.

Jadi kalau misalnya pengusaha tapi berkantor tetap di satu bangunan bersama seluruh timnya, rasanya kok kurang tepat buat disebut kerja remote ya. Atau juga kalau pekerja full time yang jauh dari kantor bosnya tapi tiap hari harus ngantor bareng bersama rekan satu tim untuk mengerjakan proyek yang sama nampaknya juga kurang pas buat disebut kerja remote.

Kalau menurut teman-teman gimana?

1 Like

Bagaimana dengan pekerja jarak jauh juga memakai coworking space untuk tempat bertukar pikiran dengan sesama pekerja remote? Bagaimana dengan pakai coworking space untuk ketemu klien? Semi-remote?

Kayaknya sih ada parameter lain. Apakah kalau ga kerja di co-working space tersebut maka pekerjaan tidak bisa selesai? Apakah sesama pekerja remote lainnya itu ada di dalam organisasi yang berbeda atau sama?

IF:
Pekerjaan cuma bisa diselesaikan di tempat tersebut dan pekerja lainnya berada di organisasi yang sama, menurut saya sih jatuhnya kantor. Itu mah perusahaan lagi ngirit, nyewa co-working space buat jadi kantor.

ELSE:
Kerja remote.

Gimana?

1 Like

Kalau menurutku sih, kerja remote itu ya kerja yang nggak perlu di kantor. Kalo nyewa coworking space, gimana? Nggak bisa dikategorikan kerja remote juga sih, karena ada “ritual” harian pergi ke tempat kerja yang disebut coworking space.

1 Like

Saya malah kepikiran mungkin istilah yang lebih tepat adalah kerja virtual atau kerja maya :laughing:

kerja virtual / maya artinya gak kerja dong? kan konsepnya emang cuma untuk mengeliminasi rutinitas kerja di kantor, yang notabene habis di jalan.

1 Like

He em ya bisa begitu juga. Balik ke kerja remote atau kerja jarak jauh kalau begitu :laughing:

1 Like

Kalo dari aku. Kerja Remote = Kerja Jarak Jauh, mungkin syaratnya

  • Bos / client / kantor nya jauh
  • (OR) Kerjanya ga harus ngantor alias suka2 mau dimana

Jadi asal kerjanya bebas mau setiap hari kita milih di coworking space atau di starbucks kayaknya masih oke2 aja disebut kerja remote

Kalo sebutan semi-remote aku ngeliatnya malah kerja remote tapi yang masih ada working hours nya misal remote tapi harus online 9-5 itu semi remote

:thinking:

1 Like

iya, ini juga masuk. tapi kalo ada rutinitas ke coworking space, kayanya sama aja ngantor tapi di tempat sewaan :laughing:

2 Likes

Sepakat sih ini. Yang penting bukan satu kantor ngantor semua di co-working space setiap hari. Kalau jarang-jarang sih oke lah.

1 Like

Ada artikel menarik dari buffer nih temen-temen mengenai definisi remote working.
Kalau disitu sih yang disebut not remote cuman yang ada kantornya dan harus datang ke kantornya tanpa ada opsi work from home. Sepemahaman saya dari artikel itu kalo sudah ada opsi work from home bisa dikategorikan sebagai remote working namun skala remotenya berbeda-beda. Artikel lengkapnya dapat dilihat pada link di bawah.

1 Like

Gw cenderung setuju sama mas @yongki sih.

Tapi kalau dilihat secara bahasa, “remote” berarti terpencil atau jauh dari keramaian kan. Jadi yang dilihat itu aspek lokasinya sih. Bukan struktur organisasinya.

Jadi kalo Lo gak kerja di pedalaman Papua, Lo gak boleh ngaku2 kerja remote sebenarnya. Hehehe.

1 Like

Kalo menurutku, pekerjaan apa aja yang ngga mewajibkan kita untuk menetap di kantor dan terpaut sama waktu kerja tertentu bisa disebut kerja remote. Intinya kan fleksibilitasnya itu. Either dia trus mau kerja dari coworking space atau kafe tiap hari, tapi kalo itu pilihan dia sendiri dan ngga ada paksaan dari kantor, ya suka-suka aja. hihi

1 Like

hmm menarik, jadi skala remotenya bisa beda :smile: . kalo saya sih merasa jd pekerja remote karena tidak punya kantor, tp ttp ada perusahaan sekalipun pake VO sbg domisili, kerja bisa darimana saja, kebanyakan dirumah. mengenai skala, mungkin iya jg, karena sewaktu-waktu saya mesti onsite jg, menekan tombol restart server di data center misalnya, atau presentasi di kantor klien, itu juga kan kerja, dikantor orang.

1 Like

remote nya menurut saya lebih ke yg dikontrolnya kali ya, kalo dibalik, kita di kota trus kerjaan ngeremote mesin di hutan, bisa jg disebut kerja remote kan ya :smile:

1 Like

Well, open for debate sih. Tapi opini umum kerja remote lebih merujuk ke si pekerjanya sih. Bukan objek pekerjaannya.

Kebanyakan pekerja digital output pekerjaannya kan dikonsumsi orang lain yang lokasinya juga berjauhan. Apakah berarti mereka semua pekerja remote? Ngga juga kan :wink:

1 Like

Jam kerja tetep penting sih bro. Struktur dan rutinitas tetap perlu dimana pun Lo kerjanya.

Biarpun kita kerja di tengah hutan, tapi ekspektasi dan komunikasi harus tetap di jaga. Mis: jam kerja gw jam 10 ke 16. Monday to Thursday. Dengan punya jadwal yg jelas, klien/tim/atasan tau kapan kita bisa dihubungi dan available.

That’s just means we’re being a professional.

Jadi jam kerja bukan variabel penentu remote/non-remote sih, imho.

1 Like

Kalau yang jam kerjanya tidak perlu selaras itu nanti namanya lain lagi. Kerja async! :smile:

2 Likes